Assalamu’alaikum WW,
Pengajian bulanan iisb pada hari Sabtu, 21 Rabiul Awal 1429 H di BNE lalu sungguh mempesona. Bagaimana mungkin seorang muda, dengan penampilan yang nampak dipaksakan seperti seorang Kyai J, bisa dengan begitu fasihnya menukil kisah-kisah yang menggambarkan kemuliaan hati dan ketinggian etika/akhlak Rasulullah SAW? Bersyukur hati ini, karena Kyai muda yang satu ini mampu pula membalutnya dengan ungkapan dan pemisalan yang kocak, sehingga agak mudah bagi sepasang mata berkaca ini untuk menahan guliran airmata haru atas keindahan penggambaran perilaku Nabi Besar Muhammad SAW, yang kepadanya seorang Allah SWT menunjukkan rasa hormatnya yang khusus.
Ah, siapa pula yang tidak akan terharu-biru mendengarkan betapa bijaknya Rasul Allah dengan mengampuni musuh bebuyutannya, Abu Sofyan, yang kemudian memeluk agama Islam, dan yang keturunannya kemudian menjadi kalifah Umayyah. Ternyata Islam itu adalah agama yang sungguh lengkap, universal dalam konsepsi, namun sederhana dalam aturan pelaksanaannya. Dikisahkan, betapa seorang nenek tua miskin pun mampu menunjukkan cintanya yang tulus kepada Rasulullah SAW dengan secara rutin dan khusyuk membacakan shalawat untuk setiap lembar daun kering yang dipungutnya dari lantai mesjid. Ternyata setiap orang punya kesempatan untuk menunjukkan kecintaannya kepada Allah dan RasulNya.
Keterpesonaan ini sesungguhnya telah diawali dengan lantunan lembut dan merdu beberapa nasyid, yang menggambarkan kerinduan, kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, oleh empat anak muda yang rupawan dan santun. Dan tidak kalah mempesonanya, adalah kemampuan moderator untuk mengakhiri pertemuan mulia ini dengan satu kisah singkat, dimana ternyata tidak ada satupun sahabat Rasulullah SAW, termasuk istri beliau Siti Aisyah r.a., yang mampu menggambarkan secara lengkap akhlak Rasulullah SAW.
Sungguh hari yang mempesona, Hari itu, di sidang yang mulia tersebut, sempat terpancar pesona Islam, melalui sekelumit sorotan indah atas akhlak Rasulullah SAW.
Terimakasih iisb.
Wassalam,
HaBe