Assalamu’alaikum WW,
Bagaimana mungkin Tuhan cuma menugaskan dua malaikat saja, Raqib dan Atid, untuk memantau setiap ucapan dan tindakan manusia yang jumlahnya milyaran itu? Bahan, alat dan metoda apa yang digunakan? Entahlah.
Namun dengan melihat tingkat kehebatan dan laju kemajuan teknologi informasi serta teknologi penginderaan optik dan elektronik sejak setengah abad terakhir, kiranya kemusykilan tugas pemantauan tersebut agak mudah untuk diterima oleh akal manusia.
Saat ini, di atas lapisan atmosfir Bumi, yang dipicu oleh peluncuran Sputnik 1 oleh Uni Sovyet pada tanggal 4 Oktober 1957, sedang berseliweran ratusan satelit-satelit buatan semacam yang salahsatu fungsinya adalah melakukan pengintaian tajam terhadap pergerakan atau perubahan yang berlangsung di permukaan Bumi. Didukung oleh jaringan intelijen di daratan, nyaris tidak ada lagi hal yang dapat disembunyikan oleh suatu negara menyangkut pergerakan ekonomi dan pertahanan-kemanan mereka terhadap beberapa negara ‘big brothers’ pemilik satelit mata-mata tersebut.
Sementara itu, jutaan organisasi ‘little brothers’ dalam berbagai bentuk dan skala juga melakukan kegiatan pengintaian dan pengumpulan informasi terhadap kelompok manusia yang menjadi sasaran kepentingan masing-masing organisasi. Berbagai kamera pengintai yang dipasang di gedung-gedung umum, di sudut dan persimpangan jalan, di kendaraan umum dan stasiun-stasiun secara teratur merekam pergerakan manusia yang menggunakan fasilitas tersebut. Di Inggris saja, sejak kejadian pemboman di London tiga tahun lalu, kini telah dipasang sebanyak 4,2 juta kamera CCTV yang tersebar di berbagai sudut negeri. Artinya, tersedia satu kamera untuk setiap 14 orang penduduk. Di Cina, di kota Shenzhen yang berpenduduk 12 juta, dalam dua tahun kedepan akan telah terpasang 2 juta kamera (satu kamera per enam penduduk), yang kesemuanya memiliki teknologi pengenalan wajah secara biometrik. Digabungkan dengan teknologi pengenalan suara secara digital, penyadapan telepon dan KTP yang berisi ‘chip’ komputer, maka akan dihasilkan kemampuan untuk melacak pergerakan setiap orang, apa-apa saja yang dibelinya, percakapan telepon yang dilakukan, situs-stus internet yang pernah dikunjungi atau acara-acara tivi yang ditonton. Informasi tersebut utamanya dirancang untuk dapat mencium secara dini upaya-upaya makar jauh sebelum ia berubah menjadi pergerakan massal. Sementara di Queensland sendiri, hanya untuk stasiun dan areal parkir kereta apinya saja telah terpasang 3500 kamera CCTV, ditambah 2500 kamera yang dipasang di dalam kereta api. Ipswich, satu kota kecil yang terletak di barat daya Brisbane, memiliki 160 kamera dan diklaim telah mampu menurunkan tingkat kejahatan sebesar 78 persen.
Ditambah dengan rekam jejak yang dihasilkan dari penggunaan kartu akses elektronik, kartu uang elektronik, kartu setia-belanja dan terbang elektronik, kartu anggota program pinjam-sewa, penggunaan telefon genggam serta penggunaan program pelacakan komputer maka informasi yang terkumpulkan akan dapat menjadi catatan elektronik setiap ucapan dan tindakan dari siapapun penggunanya. Pasporpun kini mulai disisipi dengan komponen elektronis yang tidak saja mencatat jati diri pemiliknya namun juga rincian dari perjalanan lintas negara yang pernah dilakukannya. Dan banyak lagi teknologi semacam yang kini sedang dikembangkan, yang ditujukan kepada upaya untuk dapat mengetahui keberadaan serta pergerakan manusia selama 24 jam dalam sehari serta selama tujuh hari dalam seminggu.
Sebagai penganut agama Islam yang memang selalu diingatkan bahwa Dia akan selalu berada lebih dekat dari urat nadi leher seseorang dan akan selalu memantau setiap gerakan ummatNya tentu tidak perlu risau dengan kenyataan di atas, yaitu bahwa semakin lama akan semakin lenyap pulalah ‘privacy’ manusia sebagai anggota masyarakat sejalan dengan kemajuan teknologi yang diciptakan. Namun kiranya tersisa satu pertanyaan yang cukup mengusik: Bagaimana kiranya dapat dicegah agar nantinya tidak akan ada sebagian manusia penguasa informasi yang bertindak sebagai Tuhan atas sebagian manusia lainnya?
Wassalam,
HaBe