PJM Minggu ini, 7 Mei 2010, “Teknologi Pencari Tuhan”
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Sahabat Muslim Brisbane.
Apa kabar semua? Semoga sahabat semua dalam keadaan sehat wal afiat dan berada dalam lindungan dan rahmatNYA, melalui email ini kami bermaksud mengundang sahabat semua untuk hadir pada PJM minggu ini dengan tema dan agenda sebagai berikut :
Pembicara : Bapak Hendry Baiquni
Jum’at malam 7 Mei 2010, pukul 7 malam ba’da isya s/d 9.30 malam
Bertempat di rumah Bapak Masuddin / Mbak Nurul 291 Hawken Drive, St Lucia
Perlu kami ingatkan bahwa PJM minggu ini akan diadakan di rumah bapak Masudin karena Mushola UQ yang lama sudah tidak difungsikan lagi, yang letaknya tidak begitu jauh dari Mushola yang lama, tepat di perempatan jalan Hawken Drive and Picardy Street.
Mari kita ramaikan forum-forum diskusi kita, saling berbagi informasi dan menjalin ikatan persaudaraan diantara kita melalui forum PJM. Silahkan datang beramai-ramai, ajak keluarga, tetangga, kawan, dan silahkan pula ajukan diri anda atau sahabat anda untuk menjadi pembicara di PJM berikutnya. Tidak ada sekat disini, baik citizen, PR, student, spouse atau siapapun dapat bergabung disini sebagai peserta maupun pembicara ataupun jika ingin menawarkan tempat untuk PJM:-).
Kalau anda tidak berkesempatan untuk menghadiri kegiatan PJM, jangan kawatir, karena kami telah bekerjasama dengan BMI (Brisbane Menyapa Indonesia) radio untuk menyiarkan rekaman audio PJM setiap Senin malam Selasa pukul 9-10 malam. Please, check it out…:-)
Semoga forum ini akan semakin mencerdaskan akal kita serta mengasah batin kita dalam mengarungi kehidupan sebagai seorang muslim di brisbane…:-)))
Salam,
Divisi Kajian IISB
Lampiran Kisi-kisi Bahan Diskusi:
Berikut suntingan tulisan peneliti dari kota Pati, Sdr. Munawir Aziz di Suara Merdeka Online pd. tgl. 26 April 2010, yang berjudul: Teknologi, Spiritualitas dan Kesadaran,” yang saya manfaatkan sbg. pengantar bahan diskusi PJM Jum’at ini. Benarkah sinyalemen yg menyatakan bahwa kemajuan teknologi telah membawa manusia semakin menjauh/mendekat kepada Tuhan? Semoga berkenan. Wassalam, HaBe.
Gerak cepat kemajuan teknologi bukan semata-mata lahir dari observasi khidmat di laboratorium sunyi dengan perangkat mutakhir. Teknologi yang melesat cepat juga melewati rahim pemikiran, perenungan, dan proses imajinatif ilmuwan, pemikir, dan teknolog.
Teknologi telah membantu manusia untuk menemukan fasilitas kreatif yang mempermudah pekerjaan dan meringankan kesulitan hidup. Akan tetapi, sering kali kemajuan teknologi tsb. tidak diimbangi dng keinsyafan manusia untuk menemukan kebenaran dan hikmah yang menyembul di balik kreativitas.
Dalam analisis MT Zen (1982), pertumbuhan dunia kini, terutama pertumbuhan industri yang berlandaskan sains dan teknologi, hanyalah akibat dari kebijakan ekonomi dengan dorongan motif ekonomi semata-mata. Desakan pengaruh dari motif ekonomi itulah yang menyebabkan teknologi seolah menjauh dari atmosfer sosial masyarakat. Bahkan dalam lorong kemajuan, teknologi ?” meminjam istilah Hudan Hidayat (dalam kamus sastra) ?” seolah “hendak menjauh dari Tuhannya”
Hal itulah yang disesalkan YB Mangunwijaya (1999), yang menyatakan dalam generasi “pasca-Einstein”, manusia Indonesia harus memanggul teknologi untuk melesat cepat ke arah kemajuan peradaban. Akan tetapi ditemukan paradoks yang berat, yakni di satu sisi teknologi membekali generasi muda dengan kepastian serba-eksak, objektivitas, dan daya andalan yang tinggi. Namun, di sisi lain, ia memberikan kesadaran kenisbian dan alternatif rumit sehingga menggoyahkan pandangan tentang alam semesta, kehidupan, termasuk makna manusia.
Perkara Tuhan Teknologi yang hendak menjauh dari Tuhan menyebabkan manfaat percepatan sains yang menunjang keterciptaan perangkat teknologi seakan mengering. Padahal, dalam pemahaman teks agama, segala dalil kebenaran termaktub dalam kitab suci. Alquran sebagai pedoman hidup kaum muslim membentangkan beberapa dalil penting untuk membantu profesor dan teknolog dunia menyibak tabir kebenaran dunia.
Teori Big-Bang, yang menjadi satu misteri besar didalam jagat sains, diterangkan secara gamblang dalam rentetan ayat Alquran. Penciptaan langit, bumi, dan makhluk hidup mendapatkan penjelasan utuh dalam ayat Tuhan. Berpegang dari teori dalam Alquran, misteri kehidupan dan struktur kimia yang masih terselubung kabut akan dapat dipecahkan. Bahkan dengan berpegang pada kebenaran kitab suci, banyak ilmuwan menentang teori penciptaan manusia yang diimani penganut mazhab Darwinisme.
Einstein pada masa tua juga menjadikan ilmu pengetahuan untuk mendekat pada keagungan Tuhan. Ia menjadikan sains sebagai media penting untuk meraba ketakterhinggaan-Nya.
Jadi, teknologi yang hendak menjauh dari Tuhan adalah kreativitas semu yang jauh dari misi pencerahan. Jika begitu, zaman kegelapan kembali mengancam peradaban manusia. Teknologi yang insyaf dengan nilai-nilai kebenaran dan spiritualitas akan memberikan manfaat bagi peradaban manusia dalam rengkuhan modernitas di selasar zaman yang berlari kencang ini.
Comments