Monday, May 21, 2012
 

P3K

Assalamu’alaikum WW,

Sila simak nukilan kisah tragedi nyata berikut ini:

Pagi itu, seusai disuapi ibunya, Luna (13 bulan) yang baru bisa berjalan, bermain bersama Nia (2 tahun), anak dari saudara sepupu ayahnya. Kedua balita ini kemudian berjalan menuju kolam hias yang terletak di dekat pintu gerbang. Sesaat kemudian terdengar teriakan-teriakan Nia, menjadikan Ibu Nia (30 tahun) yang sedang menjemur baju di lantai 2 untuk buru-buru turun menemui mereka. Rupanya Luna terjerembab ke dalam kolam yang sesungguhnya dangkal (20cm) tersebut. Ibu Luna (28 tahun) yang menyusul keluar dari kamar mandi kemudian menjerit histeris melihat putri tunggalnya tenggelam. Setelah diangkat, Luna langsung dibawa ke klinik. Namun nyawanya tidak bisa diselamatkan. Diduga, Luna sudah tewas karena terlalu banyak menelan air. Mereka tinggal di daerah Cilandak, Jakarta Selatan (Poskota, 1 April 2009).

Melihat rangkaian kejadian di atas, setidaknya ada dua pelajaran penting yang dapat dipetik oleh para orangtua yang memiliki anak balita, yaitu perlunya untuk melakukan ‘risk assessment’ (penilaian resiko) atas bahaya yang dapat ditimbulkan oleh keberadaan dan keadaan kolam semacam, serta perlunya untuk memiliki keterampilan’first aid’ atau yang lazim kita kenal sebagai P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan).

Sekiranya kolam tersebut diberi pagar atau ada salah seorang dari kedua ibu muda tersebut pernah mendapatkan kursus P3K, khususnya didalam teknik pemberian bantuan pernafasan dan kejut jantung atau CPR (Cardio Pulmonary Resuscitation), kuat diperkirakan tragedi fatal tersebut dapat dihindari.

Kesadaran akan perlunya penguasaan keterampilan P3K kiranya sangat penting untuk ditumbuhkan di Indonesia, terlebih di daerah-daerah dimana fasilitas dan tenaga kesehatan tidak dapat dengan mudah dan cepat untuk dijangkau. Pun bila dokter atau klinik berada di dekat tempat kejadian, ada beberapa kondisi kesehatan atau akibat kecelakaan yang menuntut korban untuk segera ditangani terlebih dahulu, seperti pada kasus tenggelam, tersedak, tersengat arus listrik, terkena serangan jantung atau stroke, tergigit binatang berbisa atau keracunan, yang menyebabkan korban terhenti pernafasannya dan atau hilang denyut jantungnya.

Terhentinya suplai oksigen ke otak, walau hanya beberapa menit, akibat terhambatnya pernafasan atau berhentinya jantung bekerja mempompa darah, akan menyebabkan korban meninggal atau setidaknya kemudian mengalami kerusakan sebagian fungsi otak.

Keterampilan P3K ini dapat dengan mudah dan murah diperoleh di Australia. Berbagai organisasi nir-laba seperti Red Cross Australia, St. John Ambulance, Queensland Ambulance dan beberapa lembaga pelatihan terakreditasi lainnya secara reguler menawarkan ‘Senior First Aid Training’ yang perlu diambil setiap 3 tahun, serta ‘CPR Course’ yang perlu diambil setiap tahun.

Bilapun kita pernah mendapatkan pelatihan tersebut saat menjadi Pramuka atau saat menjadi anggota Resimen Mahasiswa atau Klub Pencinta Alam, kiranya akan lebih baik bila kursus ini dilakukan lagi, tidak saja untuk mengasah kembali keterampilan tersebut, namun juga untuk dapat mengetahui kemajuan terkini didalam teknik-teknik dan kesepakatan cara penanganan serta juga peralatan yang dapat digunakan.

Siapa tahu, suatu saat keterampilan itu dibutuhkan, melebihi ilmu dan keterampilan lain yang pernah sahabat pelajari selama ini.

Wassalam,

HaBe

Share
 

Comments

No comments so far.
  • Leave a Reply
     
    Your gravatar
    Your Name
     
     
     

     
     
 
Indonesian Islamic Society of Brisbane

Membangun ukhuwwah islamiyyah dan insaniyyah kaum muslim dan non muslim di Brisbane

Learn more »
Address
  • IISB
    PO BOX 4326
    ST LUCIA SOUTH QLD 4067
Get in touch

Online contact form »