Captain America
Assalamu’alaikum WW,
Menurut hemat saya, Presiden Barrack Obama (BO) masih jauh lebih perkasa dan jauh lebih berat beban tugasnya dibandingkan tokoh pahlawan komik Captain America (CA), karena ujung-ujung jari BO memiliki wewenang untuk menekan tombol-tombol peluncur bom nuklir yang dapat menyapu habis seluruh peradaban manusia dari muka Bumi, sementara CA hanya sekedar mampu melumpuhkan sejumlah musuh dengan otot-otot besinya.
Begitupula dengan beban tugas yang harus dipikul. Bila CA dapat menghadapi satu-dua musuh atau masalah, maka BO harus menghadapi banyak musuh dan masalah secara multi-medan dan simultan. Di dalam negeri, ada tantangan peningkatan jumlah orang yang menganggur, orang yang kehilangan tempat tinggal dan orang yang tidak memiliki jaminan kesehatan. Sementara di luar negeri, ada ancaman peningkatan terorisme, penambahan jumlah negara yang memiliki kemampuan menciptakan senjata nuklir dan teknologi tinggi lainnya (seperti teknologi satelit dan roket), selain peningkatan daya saing ekonomi negara-negara lainnya terhadap Amerika Serikat (AS).
Kesemua masalah dan tantangan itu tentunya mengancam posisi AS sebagai negara tersejahtera dan terkuat, yang pada gilirannya akan mengurangi banyak daya tawar (bargaining power) dan daya tangkal (deterrent power) AS atas negara-negara lain yang selama ini menjadi mitra dagang dan penyedia sumberdaya alam dan energi bagi penduduknya yang terlanjur bersikap hidup boros. Bayangkan, setiap tahun penduduk AS yang jumlahnya hanya 5% dari total penduduk dunia, menghabiskan 25-35% dari total energi yang dibutuhkan dunia.
Kiranya wajar bila masyarakat dunia tidak dapat berharap terlalu banyak terhadap BO. Apapun kebijaksanaan LN yang akan diluncurkan pemerintahan BO, tentunya selalu didalam kerangka mendukung penuh upaya pembenahan permasalahan DN. BO bukanlah Captain Earth.
Untuk saat ini, mari kita manfaatkan petunjuk kitabuLlah, yaitu bahwa nasib suatu bangsa ditentukan oleh upaya yang dilakukan oleh bangsa itu sendiri, Persaingan antar-bangsa hanya akan hilang bila seluruh ummat manusia sudah bersatu dalam satu wadah kebangsaan: bangsa manusia.
Wassalam,
HaBe
Comments