Monday, May 21, 2012
 

Professor

Assalamu’alaikum WW,

Berita gembira yang disampaikan oleh Prof. Marsetyo, seorang alumni UQ dan pakar ilmu peternakan, yang kini sedang mengabdikan diri di UNTAD, Palu menyebutkan bahwa setidaknya akan ada 6 mantan anggota/pengurus iisb lagi (Rusdi, Ridha, Ita, Dwi, Eko, Dana) yang akan menyandang gelar profesor, selain beberapa alumni lainnya yang terlebih dahulu sudah memperoleh predikat tertinggi didalam dunia pendidikan tinggi tersebut (seperti Hardinsyah, Heru, Hawin).

Semua profesor dan calon profesor itu adalah mereka yang datang ke Brisbane ini sejak sekitar pertengahan tahun 1990-an. Bila ditambah dengan beliau-beliau yang sudah datang sejak pertengahan tahun 1980-an, satu dekade sebelum iisb terbentuk (seperti Prof. Hendrawan, pakar ilmu peternakan UNIBRAW), maka jelas total hitungannya sudah melebihi jumlah jari yang ada di kedua tangan ini. Itupun belum memasukkan para profesor Indonesia yang non-muslim, namun pernah menuntut ilmu di UQ, QUT atau Griffith Uni.

Satu aspek yang cukup menarik untuk disimak dari statistik di atas adalah bahwa sebagian besar profesor tersebut, bila tidak dapat dikatakan seluruhnya, adalah pribadi-pribadi yang ‘outgoing’, bersedia menyisihkan waktu, tenaga dan sumberdaya lainnya untuk organisasi-organisasi sosial seperti iisb. Ternyata tidak ada pengorbanan yang sia-sia. Tentu saja, ada juga yang bisa jadi profesor tanpa harus ber’amal-sosial’ terlebih dahulu saat menjadi mahasiswa, namun mereka-mereka itu dapat dipastikan adalah profesor yang sulit untuk dikenal, apalagi ‘disyukuri’, oleh orang lain di luar bidang keilmuan dan profesinya sehari-hari.

Kiranya kenyataan ini dapat menggugah perilaku sebagian sahabat untuk tidak ragu-ragu lagi menyisihkan sebagian kecil sumberdayanya untuk aktif berorganisasi sosial selama menuntut ilmu di BNE ini. Setidaknya, dapatlah untuk lebih apresiatif terhadap upaya dan usaha yang telah ditunjukkan oleh para sahabat lain yang jauh lebih aktif. Satu contoh, apa susahnya menyampaikan pesan ma’af bila tidak dapat menghadiri satu acara bersama?

On the lighter note … ada satu guyon yang disampaikan Prof. Hendrawan, saat ia sempat mampir di BNE beberapa waktu yang lalu. Ujarnya: "Profesor itu adalah seseorang yang selalu dimintakan pendapatnya, namun tidak pernah ditanyakan apakah sudah cukup pendapatannya."

Nah, sahabat … saya do’akan anda bisa menjadi profesor yang selalu penuh pendapat dan pendapatannya. Amin.

Wassalam,

HaBe

Share
 

Comments

No comments so far.
  • Leave a Reply
     
    Your gravatar
    Your Name
     
     
     

     
     
 
Indonesian Islamic Society of Brisbane

Membangun ukhuwwah islamiyyah dan insaniyyah kaum muslim dan non muslim di Brisbane

Learn more »
Address
  • IISB
    PO BOX 4326
    ST LUCIA SOUTH QLD 4067
Get in touch

Online contact form »