Monday, May 21, 2012
 

Egaliter

Assalamu’alaikum WW.,

Ada diantara sahabat yang masih belum mampu merasakan dan menikmati sikap dan perilaku santai sebagian besar orang Australia? Atau setidaknya para ‘Queenslander’? Semula tentu ada juga yang terpana dengan sikap dan perilaku tersebut, dimana setiap orang: tua-muda, majikan-kuli ataupun professor-tukang, dapat dipanggil dengan menggunakan nama kecilnya saja. Bahkan akan terasa janggal bila terhadap seseorang yang telah cukup lama kita kenal, lalu kita sapa dengan menyampirkan gelarnya terlebih dahulu: Mister-Professor-Vice Councellor.

Kesantaian ini juga nampak dari cara berpakaian yang terkesan jauh dari gaya formal-aristokrat sebagaimana yang ditunjukkan oleh orang-orang Inggris yang memiliki nenek-moyang yang sama dengan sebagian besar orang Australia. Tentu saja iklim yang berbeda juga memberikan sumbangan atas perbedaan cara berpakaian tersebut.

Kesantaian dan kerap juga sikap ‘cuek ‘ (masa bodoh) orang Australia cukup dikenal dunia. Sehingga dalam berbagai film perang Vietnam, tentara atau wartawan Australia digambarkan sebagai orang-orang yang berani menempuh bahaya tanpa perhitungan yang cukup matang. Namun, juga digambarkan bagaimana kuatnya rasa kesetiakawanan diantara mereka, yang kiranya terbentuk oleh perjuangan hidup selama 220 tahun di ‘tanah pengasingan’ yang relatif tandus dan panas.

Sebagaimana orang Amerika, maka orang Australia juga adalah orang-orang yang bangga dengan keberhasilan mereka mencapai tingkat kesejahteraan hidup yang cukup tinggi melalui perjuangan bersama yang dilandasi oleh prinsip egaliter atau kesetaraan sosial dalam hal hak, kewajiban dan kesempatan berkehidupan. Setiap perbuatan yang menggambarkan ketidaksetiakawanan, apalagi yang bersifat menghianati seperti melakukan tindakan korupsi, membohongi publik, dan penipuan pajak akan dihujat habis-habisan dan akan mendapat tuntutan hukum yang tidak pandang bulu.

Bahkan, walaupun negeri ini dikenal juga sebagai penganut perilaku seksual bebas tanpa harus melewati ikatan perkawinan, namun sungguh dipandang tidak terhormat bila ada orang yang tetap menunjukkan minat seksualnya (baca: ‘aspirasi urusan bawahnya’) terhadap seseorang lainnya yang jelas-jelas telah memiliki pasangan hidup.

Dapat disimak pula bahwa setiap kebijakan Pemerintah yang bersifat mengatur apalagi mengungkung kebebasan berpendapat, berserikat dan berusaha umumnya akan melalui proses perdebatan yang terbuka dan panjang, khususnya bila terkesan akan adanya diskriminasi atau kerugian yang ditumbulkan atas sebagian golongan masyarakat.

Mumpung sahabat masih tinggal di bumi Kanguru dan Koala ini, cobalah untuk mengamati dengan lebih cermat dan obyektif hal-hal yang kiranya dapat dibawa sebagai oleh-oleh yang dapat dimanfaatkan untuk memajukan bangsa Indonesia. Misalnya tentang sikap sebagian besar ‘supervisor’ Australia terhadap mahasiswa bimbingannya yang pada awalnya kelihatan ‘lepas tangan’, membiarkan mahasiswanya untuk memulai tulisan ataupun persiapan penelitiannya terlebih dahulu, sebelum kemudian bertanya: "apa yang bisa saya bantu?"

Bukankah bangga hati ini ketika pembimbing kita menganggap kita sudah tahu terlebih dahulu tentang sesuatu, sampai kita menunjukkan hal yang sebaliknya dengan cara bertanya kepadanya? Namun, bagaimana kiranya perasaaan seorang mahasiswa bila sejak awal ia telah diperlakukan oleh pembimbingnya sebagai orang yang belum tahu apa-apa? … suatu sikap arogan yang sering ditampilkan oleh orang-orang pintar Indonesia yang merasa telah memiliki kelebihan ilmu pengetahuan. Padahal, bukankah prinsip ‘ilmu padi yang semakin berisi semakin menunduk’ (dan bukannya malahan ‘menanduk’) telah diajarkan nenek-moyang kita sejak dahulu? Ini hanya satu contoh kecil pengetahuan sosial yang sahabat bisa bawa ke tanah air.

Selamat menempuh ujian, menyelesaikan laporan, menyampaikan presentasi ataupun menyelesaikan tesis, sahabat, ditemani pohon-pohon Jakaranda yang kini telah merekah penuh seluruh bunga ungunya, siap untuk menyegarkan kembali kepenatan yang menghinggapi mata dan hati para sahabat.

Wassalam,

HaBe

Share
 

Comments

No comments so far.
  • Leave a Reply
     
    Your gravatar
    Your Name
     
     
     

     
     
 
Indonesian Islamic Society of Brisbane

Membangun ukhuwwah islamiyyah dan insaniyyah kaum muslim dan non muslim di Brisbane

Learn more »
Address
  • IISB
    PO BOX 4326
    ST LUCIA SOUTH QLD 4067
Get in touch

Online contact form »