Prinsip 3R/5R
Assalamu’alaikum WW,
Prinsip 3R, Reduce – Reuse – Recycle, dalam hal penanganan lingkungan sudah cukup lama dipromosikan dan dipraktekkan oleh khususnya penduduk negara-negara maju. Bahkan di kalangan industri, prinsip tersebut sudah ditambah dengan dua prinsip lainnya: Recover dan Residual Management ataupun Renew dan Respect, sehingga berkembang menjadi Prinsip 5R. Di Jepang, Prinsip 5R yang dipraktekkan adalah: Refuse-Reduce-Reuse-Reform-Recycle. Prinsip ini menjadi moto atau pedoman kerja suatu pabrik elektronik seperti Brother, didalam menjalankan bisnisnya sehari-hari. Pabrik tersebut akan menolak (refuse) pasokan bahan dasar bila mengandung zat yang berbahaya bagi lingkungan (misalnya timbal); berupaya mengurangi (reduce) penggunaan listrik tenaga batubara dengan memasang panel-panel yang dapat mengubah cahaya matahari menjadi listrik; menyediakan tempat-tempat penampungan sampah khusus bagi penduduk sekitar yang ingin membuang peralatan elektroniknya sehingga sebagian komponennya dapat digunakan kembali (reuse)atau diperbaiki terlebih dahulu (reform) untuk digunakan kembali ataupun diolah lebih lanjut sebagai bahan dasar bagi pembuatan jenis barang lainnya (recycle).
Prinsip 3R atau 5R sangatlah sejalan dengan ajaran agama Islam yang selalu mengajak ummat manusia untuk ‘berhenti makan sebelum kenyang’, ‘selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan’, ‘tidak riya’, dan lain sebagainya. Namun, apakah kita sudah mempraktekkan ajaran itu?
Wassalam,
HaBe
Catatan:
Seandainya setiap peserta berbuka puasa di Musola UQ, ditunjukkan, difasilitasi dan bersedia memilah dan menaruh sisa makanan dan peralatan makanannya pada wadah pembuangan yang terpisah, yaitu masing-masing satu wadah untuk setiap jenis barang buangan?
Comments