Bebal II
Assalamu’alaikum WW,
Apa yang salah dari anak muda berusia 36 tahun ini? Ia terlahir dan dibesarkan dari keluarga Nahdliyin yang cukup terpandang di tanah kelahirannya di Sumatera sana. Penampilan fisiknya lembut dan kalem, bagaikan orang yang terbiasa dengan tirakat dan puasa. Namun jelas ia memiliki ambisi untuk menjadi pemimpin ummat, yang dapat dilacak dari jalur karir yang ditempuhnya: Aktivis PMII, Ketua Pengurus Wilayah IPNU, Ketua KNPI, Ketua DPW PPP di Jambi dan terakhir anggota Komisi IV DPR Pusat mewakili PPP Bengkulu. Ia juga pernah menjadi pengusaha serta aktif di HIPMI.
Sungguh cerkas pemuda yang satu ini. Terlebih pula setelah melihat pesan-pesan yang dituliskannya di depan pintu kamar kerjanya di lantai VI Gedung DPR/MPR, yang meminta siapapun untuk mengucapkan salam ketika memasuki ruangannya dan menjauhi penggusuran, kekerasan korupsi dan manipulasi. Siapa yang tidak akan terpesona dengannya? Bahkan si jelita Kristina pun bersedia diseruputnya, eh, disuntingnya.
Ternyata penampilan luar tidaklah dapat menggambarkan sepenuhnya tingkat keimanan, keIslaman seseorang; walau namanyapun telah meniru satu julukan yang disandang Rasulullah SAW: Al-Amin, yang terpercaya. Karena, ia baru saja tertangkap tangan oleh KPK menerima uang suap, sebagai imbalan atas sesuatu yang menyangkut kewewenangannya sebagai anggota DPR Komisi IV yang membawahi bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan dan kelautan. Lebih miris lagi, sehari sebelumnya ia sempat digerami oleh Presiden SBY, karena kedapatan tertidur saat mendengarkan kuliah RI-1 didalam suatu pelatihan kepemimpinan di LEMHANAS. Ternyata, menurut sebagian ‘lawan politiknya’ di Jambi, sebagai anak muda yang melejit pesat karirnya, ia juga dinilai arogan dan dikenal senang dengan kehidupan malam. KPK pun ternyata telah mengendus sepak-terjangnya sejak 6 bulan yang lalu, dan ikut bergadang hingga dinihari agar dapat membekuk anak muda ini di suatu hotel mewah di Jakarta. Namun koleganya di Komisi IV DPR tetap menilainya sebagai anggota yang tidak banyak cakap. Ia lebih dikenal sebagai seorang selebriti, daripada seorang politikus yang cerewet. Bahkan beberapa sahabatnya di PPP Pusat pun terkesan masih ingin membela dirinya.
Ia yang telah berhasil mengasah diri dengan baik di Daerah dan kemudian datang untuk menaklukan Ibukota, telah terjerembab oleh lembah kenikmatan yang menganga lebar di bawah mata kakinya. Padamkah sudah api kebenaran yang dulu panas menyala di hati dan menyembur ganas di mulutnya?,
Wassalam,
HaBe
Comments